Makna Puisi Rangga: "Tentang Seseorang" Pada Film Ada Apa Dengan Cinta
Kita semua pasti tahu film "Ada Apa Dengan Cinta" yang dulu sempat populer di tahun 2000an. Saya sendiri, sudah pernah menonton film ini. Bagaimana dengan kalian?
Pada film tersebut, salah satu puisi Rangga (Nicholas Saputra) yang ikonik dan mendapat perhatian saya selain "Ada Apa Dengan Cinta" dan "Tidak Ada New York Hari Ini", adalah puisi yang membuat ia memenangkan Juara ke-1 Lomba Puisi yang bahkan tak ia ikuti pada saat itu, yakni "Tentang Seseorang".
Puisi itu berisi:
" Kulari ke hutan kemudian menyanyiku
Kulari ke pantai kemudian teriakku
Sepi... Sepi dan sendiri aku benci
Aku ingin bingar, aku mau di pasar
Bosan aku dengan penat
Dan enyah saja kau pekat
Seperti berjelaga jika ku sendiri...
Pecahkan saja gelasnya biar ramai
Biar mengaduh sampai gaduh
Aih... ada malaikat menyulam
Jaring laba-laba belang di tembok keraton putih
Kenapa tak goyangkan saja loncengnya biar terdera
Atau aku harus lari ke hutan belok ke pantai?
- Rangga."
Pertama kali saya mendengar Cinta (Dian Sastrowardoyo) membacakan puisi tersebut dari secarik kertas puisi Rangga yang ia ambil saat itu membuat saya terkesima.
"Wah, gila sih.. Ini film sastra Indonesia, men! Pantesan kata orang-orang bagus, boleh juga nih.."
Saetelah mendengar puisi itu dibacakan, saya dibuat menebak-nebak. Apa maksud dan makna dari puisi itu? Saya sudah membacanya berkali-kali, bahkan saya sampai hafal beberapa bagian dari puisi itu. Sempat berkhayal juga membaca puisi tersebut dengan gaya Cinta. Tapi, sepertinya memang bukan bakat saya. 😅
Ini menjadi salah satu puisi dari film AADC yang selalu saya ingat setelah "Ada Apa Dengan Cinta?" dengan "Perempuan datang atas nama cinta, Bunda pergi karena cinta" di baris pertama & keduanya serta "Karena Aku ingin kamu, Itu saja." pada baris terakhirnya.
Ikonik sekali, dan menjadi hal pertama yang saya ingat ketika ada yang menyebut nama film ini.
Menurut saya, makna dari puisi ini adalah menceritakan tentang rasa benci akan kesepian.
Bisa kita lihat pada beberapa bagian dari puisi ini menjelaskan, tentang seseorang yang sedih dan membenci kesepian serta kesunyian.
Dia mencari ketenangan, namun tetap saja sedih dan kesepian yang dia rasakan. Dia ingin hidup dalam keramaian, penuh dengan suara, ia juga berusaha menciptakan suara gaduh dan ramai, dengan harapan supaya ia tak merasa sepi.
Jadi, Kesimpulannya: Puisi ini menggambarkan perasaan sedih karena sendiri, tapi juga keinginan kuat untuk mencari kebahagiaan.
Comments
Post a Comment